Concert stage with warm lighting and soundboard in foreground

Di Balik Layar: Bagaimana Sistem Audio Dirancang Sebelum Event Dimulai

TIPS & TRICK

Aryo Pradana

10/16/20251 min read

Concert stage with warm lighting and soundboard in foreground
a close up of a keyboard with colored lights on it
a close up of a keyboard with colored lights on it

Sistem audio yang baik tidak muncul secara instan di hari acara. Ada proses perencanaan dan perhitungan teknis yang dilakukan jauh sebelumnya untuk memastikan event berjalan tanpa kendala berarti.

Perencanaan ini mencakup analisis venue, kebutuhan acara, hingga koordinasi dengan elemen teknis lainnya. Semua dilakukan untuk mengurangi risiko saat event berlangsung.

1. Analisis Venue dan Akustik Ruangan

Setiap venue memiliki karakter akustik yang berbeda. Tinggi plafon, ukuran ruangan, hingga material dinding dapat memengaruhi pantulan dan penyebaran suara secara signifikan.

Analisis ini menjadi dasar untuk menentukan konfigurasi speaker, arah penyebaran suara, serta kebutuhan tambahan seperti delay system atau pengendalian pantulan suara agar audio tetap terkendali.

2. Menentukan Kebutuhan Berdasarkan Konten Acara

Jenis acara sangat menentukan pendekatan audio yang digunakan. Event dengan dominasi speech membutuhkan fokus pada artikulasi dan kejernihan, sedangkan event musik membutuhkan sistem dengan dinamika yang lebih luas dan respons frekuensi yang seimbang.

Dengan memahami konten acara sejak awal, sistem audio dapat dirancang agar benar-benar mendukung jalannya event, bukan sekadar terdengar keras tanpa arah.

3. Perencanaan Jalur Audio dan Redundansi

Routing audio dirancang agar alur sinyal berjalan stabil dan minim gangguan. Jalur kabel, mixer, serta perangkat pendukung disusun dengan perhitungan yang matang.

Selain itu, sistem cadangan juga disiapkan sebagai langkah antisipasi. Redundansi ini penting untuk menjaga event tetap berjalan lancar meskipun terjadi kendala teknis yang tidak terduga.

4. Integrasi dengan Sistem Lain

Audio harus terintegrasi dengan lighting, visual, dan alur acara. Ketidaksinkronan antar sistem dapat mengurangi kualitas pengalaman audiens dan mengganggu fokus acara.

Integrasi yang baik memastikan semua elemen event berjalan selaras dan saling mendukung.

5. Uji Coba dan Simulasi Teknis

Sebelum hari-H, sistem audio diuji melalui simulasi yang mendekati kondisi sebenarnya. Proses ini membantu tim teknis mengenali potensi masalah dan melakukan penyesuaian lebih awal.

Kesimpulan

Sound system yang optimal selalu berangkat dari perencanaan yang matang. Persiapan yang detail menjadi fondasi utama kelancaran dan profesionalisme sebuah event.

Butuh bantuan merancang sistem Audio Visual yang tepat untuk ruangan Anda?